Tuesday, 28-09-2021 | 07:32:09 pm

Kisah Penjahit tua dan Penjual Daging

Kisah Penjahit tua dan Penjual Daging

Alkisah ada seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil dan selalu menjahit pakaian yang sangat rapi dan indah lalu menjualnya dengan harga yang  mahal. Walau mahal, banyak warga mampu dari Desa itu dan luar Desa itu yang datang membeli pakaian atau  menjahitkan pakaiannya ke penjahit tua itu.

Suatu hari, seorang lelaki miskin di Desa itu datang kepadanya dan berkata  "Tuan menghasilkan banyak uang dari pekerjaan tuan, tapi mengapa tuan tidak membantu orang miskin di desa?"

Lihatlah penjual daging di desa yang tidak mampu dan tidak banyak uang tapi setiap hari membagikan daging gratis kepada orang miskin.

Penjahit itu tidak menghiraukannya dan hanya tersenyum tenang.

Orang miskin itu keluar dari kedai penjahit dan mengabarkan kepada penduduk di desa bahwa tukang jahit tua itu kaya tetapi kikir, sehingga orang-orang desa membencinya.

Lalu setelah beberapa waktu, penjahit tua itu jatuh sakit, dan tidak ada penduduk desa yang peduli kepadanya, lalu dia meninggal.

Hari-hari berlalu dan orang-orang desa menyadari bahwa si penjual daging tidak lagi membagikan daging gratis kepada orang miskin di desa mereka.

Ketika mereka bertanya kepasa penjual daging, lalu dia memberi tahu mereka bahwa si penjahit  tua itulah yang selama ini memberinya  uang setiap bulan untuk sedekah daging gratis kepada orang miskin.  Setelah dia meninggal, maka berhenti juga sedekahnya.

Moral of the story :

Orang lain mungkin akan beranggapan atau berfikir buruk tentang anda. Jangan hiraukan, itu tidak penting.

Karena itu tidak akan menguntungkan anda, juga tidak akan merugikan anda. Yang penting adalah apa yang Allah ketahui tentang anda.

Kemudian jangan menilai seseorang dari apa yang anda lihat darinya, karena dia mungkin memiliki hal-hal baik dalam hidupnya, yang anda tidak mengetahuinya.

Selalulah berprasangka baik kepada orang lain. 

Dikutip dari ari berbagai sumber.