Thursday, 20-01-2022 | 08:13:18 am

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1439H, Disnakkan Bungo Mengecek Sapi Qurban

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1439H, Disnakkan Bungo Mengecek Sapi Qurban Kadis Peternakan dan Perikanan Kab Bungo Chek Sapi Qurban

NMCBerita, Bungo – Kurang lebih H -26 menjelang Idul Adha, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bungo melakukan peninjauan Sapi di Kecamatan Rimbo Tengah hewan Selasa (24/07/).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo Syaiful Azhar yang di dampingi oleh Kepala Bidang Peternakan ( Kabid)  Peternakan Enggar Tri Wahyudi, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo Supriadi, langsung memeriksa 9 hewan milik warga itu dari mulai kambing hingga sapi yang rencananya bakal didistribusikan untuk hari raya nanti.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Syaiful Azhar mengatakan,” jika pemeriksaan terhadap hewan ternak ini dilakukan untuk memastikan hewan qurban bebas dari penyakit menular dan aman untuk dikonsumsi.

Kadis Peternakan dan Perikanan menjelaskan, jumlah ketersediaan sapi kurban pada saat ini hanya mencapai 9 ekor sapi bali dan 2 ekor sapi simental, dan terjadi pengurangan pada tahun ini sebanyak 13 ekor yang sebelumnya mencapai 24 ekor sapi.

Dirinya juga mengungkapkan, petani sendiri masih trauma dengan adanya wabah penyakit Jembrana pada tahun 2017 lalu yang menyerang.

Diketahu sapi untuk kurban Kabupaten Bungo dari Kementerian Agama Kabupaten Bungo sebanyak 878 ekor tahun lalu, dari pedagang , milik Pemerintah yang ada dipetani sebanyak 510 ekor, kalu dibandingkan dengan tahun lalu mencapai minus 368 ekor.

Dalam hal ini, dirinya juga mengharapkan kepada masyarakat yang membeli sapi diluar Daerah Kabupaten Bungo, dianjurkan untuk mengimpormasikan kepada Dinas Peternakan dan Peikananan ataupun petugas yang ada dilapangan, agar bisa diperiksa kesehatannya, agar terhindar dari penyakit yang membahayakan dan mewabah seperti penyakit jembrana.

Sementara itu, Yudi selaku petani sapi yang ada di Kabupaten Bungo juga menuturkan, untuk tahun ini dirinya merasa khawatir untuk menyiapkan stok seperti tahun lalu, karena penyakit yang dihadapi belum bisa diatasi, hingga sampai saat ini , baru laku 1 ekor sapi yang terjual. Menurutnya saat ini harga sapi bali paling tinggi mencapai  Rp.18 Juta sampai Rp.19 Juta, dan yang terendah seharga Rp.14 Juta, sedangkan untuk sapi simental seharga Rp.31 Juta sampai Rp.33 Juta. (nmc01)