Tuesday, 30-11-2021 | 06:10:22 am

Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Peringati Hari Santri, Ini Pesan Penting Direktur Pendidikan Ustadz H.M Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M

Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Peringati Hari Santri, Ini Pesan Penting Direktur Pendidikan Ustadz H.M Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M

BUNGO - Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi menggelar serangkaian upacara peringatan Hari Santri 2021 yang dilaksanakan, Jumat (22/10) di lapangan Pondok Pesantren.

Hadir dalam kegiatan, Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M. Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M, Wakil Ketua Yayasan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M Zulfadli El-Yusufi, Lc, M.Pd, Syaikh Ali Abdul ElMoety Shaban, para kepala Unit Pendidikan, Murabbi dan Murabbiyah, santri dan santriwati baik dari SD IT, SMP IT, MTs, dan MA Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi.

Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan pengibaran bendera merah putih. Dilanjutkan dengan pembacaan janji santri.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi Ustadz H.M Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, M.M menyampaikan beberapa point penting kepada santri dalam peringatan Hari Santri ini.

Diantaranya peringatan kali ini bukti eksistensi bahwa tidak bisa dipandang sebelah mata. "Bahwa sejarah dengan didirikannya organisasi NU dan Muhammadiyah oleh Kiyai Haji Hasyim Asy'ari dan Kiyai Haji Ahmad Dahlan yang keduanya merupakan santri pula. Kemudian jauh sebelum itu, para santri sudah turut serta berjuang dalam rangka mencapai kemerdekaan RI yang diimpikan segenap bangsa Indonesia," ungkapnya.

Hari Santri Nasional 2021 merupakan apresiasi pemerintah, apresiasi bangsa dan ucapan khusus bangsa Indonesia terhadap Santri.

Hal ini juga berkenan dengan jasa para santri terdahulu. "Tetaplah bangga menjadi santri karena santri hari ini akan menjadi pemimpin masa akan datang," katanya.

Setiap manusia memiliki cita-cita dan setiap cita-cita harus bisa ditanamkan sebagai mimpi. Hanya dengan inilah akan bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita dimasa yang akan datang.

"Maka jadilah santriwan dan Santriwati yang rajin. Hanya orang rajin yang bisa memimpin dirinya sendiri. Terutama sikap dan perilakunya sendiri. Orang yang rajin akan memerintahkan dirinya sendiri untuk melakukan apapun yang menjadi keinginan besar untuk keberhasilan mereka dimasa mendatang.

Begitupula sebaliknya orang yang malas tidak perlu dipaksa, dia akan tersiksa, dia akan menjadi pribadi yang sulit dalam setiap keadaan. Dan tentu akan sulit pula mencapai keberhasilannya," terang pria yang juga alumni Santri Kuningan ini.

Katanya, orang sukses tidak akan malas, orang malas tidak akan pernah sukses, inilah yang harus dipahami santri. Teruslah menjadi pribadi yang rajin, karena orang rajin adalah ciri-ciri orang yang sukses. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa ada perjuangan. "Tidak ada perjuangan yang bisa dicapai tanpa ada pengorbanan. Dan pengorbanan tanpa ada keikhlasan hati masing-masing," ujarnya.

Termasuk pengorbanan santri hari ini dengan berpisah dari keluarga untuk melaksanakan hal yang baik. Tidak ada paksaan agar menjadi sebuah kebiasaan, akan menjadi sebuah karakter, sehingga akan menentukan nasib kalian masing-masing.

"Seorang tokoh dunia Margareth Thatcher yang dijuluki wanita besi pernah berkata Watch your thoughts, for they will become actions. Watch your actions, for they'll become... habits. Watch your habits for they will forge your character. Watch your character, for it will make your destiny. (Perhatikan pikiran Anda, karena itu akan menjadi tindakan. Perhatikan tindakan Anda, karena mereka akan menjadi... kebiasaan. Perhatikan kebiasaan Anda karena mereka akan membentuk karakter Anda. Perhatikan karakter Anda, karena itu akan menentukan nasib Anda)

"Perhatikan dan lihat baik-baik apa yang ada didalam pikiran kita. Karena dari pikiran itu akan menentukan apa yang akan diucapkan. Perhatikan apa yang kita ucapkan, kata optimis karena itu akan mempengaruhi tindakan kita.

Disaat ini ketika santri membiasakan diri sholat berjamaah, membiasakan diri melakukan hal baik, membiasakan diri adab adab yang baik, maka akan menjadi karakter kalian semua dimasa akan datang," terangnya.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

"Kalian ingin menjadi dokter maka kalian sendiri yang merubah nasib kalian. Kalian ingin menjadi presiden, dosen, guru, ingin menempuh pendidikan di luar negeri, baik doktor sampai profesor, nasib diubah oleh santri sendiri, bukan oleh orang tua kalian," ujarnya.

Jangan sia-siakan kesempatan hari ini, santri bisa menikmati belajar dengan bebas, membaca buku sebanyak-banyaknya, para santri tidak dilarang menuntut ilmu. Tidak seperti yang dirasakan santri terdahulu, mereka sembunyi-sembunyi menuntut ilmu agar tidak ketahuan penjajah Belanda.

"Pada zaman dahulu, para santri mencari buku sangat sulit, tidak seperti saat ini dengan bebasnya membaca buku. Tidak dilarang untuk beribadah, tidak dilarang untuk belajar, tidak seperti santri zaman dulu. Itulah nikmat yang harus kita syukuri saat ini dan bisa dirasakan sampai sekarang," ungkapnya.

Maka daripada itu Ustadz berpesan, janganlah mudah menyerah dan teruslah menuntut ilmu. Walau sesulit apapun kondisi situasi maka jangan pernah menyerah. Dan harus dihadapi karena itu merupakan bagian ujian dari orang-orang yang beriman. فَاِنَّمَعَالْعُسْرِيُسْرًاۙ (Surat Al-Insyirah ayat 5)

Artinya: "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" Dan ingatlah di setiap satu kesulitan pasti Allah siapkan dua kemudahan. Maka jangan pernah sekali-kali kamu menganggap sesuatu yang sulit tidak dapat diselesaikan, bersama Allah, insya Allah akan bisa diselesaikan. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh Umi Hajjah Rosmaini MS, jika kita bersungguh-sungguh pasti berhasil.

"Tempat kalian belajar ini, Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo Jambi, yang berdiri di Kota Jambi, Tebo dan Bungo dengan jumlah peserta didik hampir 4.000 siswa, dulunya adalah hutan belantara.

Yang diawali dengan santri satu dan dua. Dengan tekat dan usaha, Alhamdulillah semua niat Allah, siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil dan itu dibuktikan oleh hamba Allah yang bertakwa kepada-Nya," katanya

Kata Ustadz sebagaimana QS At Talaq ayat 2-3: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. "Maka kalau kalian hari ini memikirkan tidak mampu maka akan betul-betul membuat kalian tidak mampu. Jika sebaliknya jika berfikir mampu dan Insya Allah bisa dengan bekal doa dan usaha kepada Allah SWT maka akan diganjarkan yang tidak diduga-duga," katanya.

Beberapa poin penting ini diharapkan agar menjadi perhatian bagi santriwan dan Santriwati Diniyyah Al-Azhar baik di Kota Jambi, Bungo dan Tebo. Kegiatan dilanjutkan penampilan tari kolosal Indonesia Nusantara. Dan penampilan lainnya. (Red)